Senin, 28 September 2026

Pakar Ketahanan Pangan UB Ungkap Titik Rawan Keracunan MBG, dari Bahan Baku hingga Distribusi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: prabowosubianto.com

Sujarwo yang juga Wakil Ketua Umum I Pengurus Pusat PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia itu menyebut, ada salah satu persoalan mendasar sektor pertanian dan peternakan yang turut mempengaruhi, yakni lemahnya hubungan antara pasokan dan permintaan.

Dapur SPPG hingga Distribusi Jadi Titik Rawan

Di sisi lain, ketika program MBG menciptakan kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar setiap hari, produksi di tingkat petani belum tentu mampu mengimbanginya. Keterbatasan itu, yang kemudian membuat SPPG berpotensi kesulitan memperoleh pasokan yang konsisten. Sehingga, sumber yang diambil menurutnya serampangan.

“Kalau rantai pasok tidak ready, berarti akan sembarangan (SPPG) ngambilnya. Pokoknya memenuhi kuota serving 2.000 porsi misalnya. Nah, terus kemudian kalaupun itu dengan kedodoran bisa (tiba-tiba) dipenuhi, apakah kapasitas di SPPG itu bisa handling dengan higienis. Nah, itu kan juga titik-titik titik rawan juga,” ujarnya.

Persoalan berikutnya muncul ketika bahan pangan tiba di dapur SPPG. Sujarwo menyoroti kapasitas penyimpanan dapur MBG, ketersediaan fasilitas pendingin, serta kemampuan petugas menangani bahan pangan dalam volume besar secara higienis.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 28 September 2026
32o
Kurs