Jumat, 30 Oktober 2026

Parade Surabaya Juang Digelar Minggu Sore, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Salah satu kelompok peserta drumband yang turut meramaikan Parade Surabaya Juang, Minggu (2/11/2025). Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Polrestabes Surabaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas  di sejumlah ruas jalan pusat kota pada, Minggu (1/11/2026) mendatang, untuk mendukung pelaksanaan Parade Surabaya Juang 2026 yang dijadwalkan dimulai pukul 14.30 WIB.

Parade tahunan Surabaya itu nantinya akan melewati rute sepanjang 2,5 kilometer mulai dari kawasan Tugu Pahlawan, Jalan Gemblongan, Jalan Tunjungan, hingga Jalan Gubernur Suryo tepatnya di depan Balai Pemuda. Sterilisasi jalur parade secara keseluruhan diperkirakan berlangsung mulai pukul 12.30 WIB.

Terkait rekayasa lalu lintas, AKP Irwan Saputra KBO Satlantas Polrestabes Surabaya mengatakan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena kegiatan tahunan tersebut akan berdampak pada arus kendaraan, terutama bagi pengguna jalan yang hendak melintas di kawasan pusat kota.

“Akan ada pengalihan-pengalihan dari kegiatan parade, jadi nanti kami mohon maaf juga kepada seluruh masyarakat Surabaya, pengguna jalan. Mungkin bisa menghindari dulu jalur-jalur yang akan dilintasi mulai dari Tugu Pahlawan sampai nanti Balai Pemuda,” ujar AKP Irwan saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (30/10/2026).

Nantinya, kendaraan dari kawasan Jalan Pahlawan akan diarahkan menuju Jalan Semut dan Jalan Indrapura, apabila penutupan di lokasi pemberangkatan mulai diberlakukan.

Pengaturan juga akan dilakukan di sejumlah simpang yang mengarah ke jalur parade, termasuk kawasan Praban dan Jalan Tunjungan. Menurutnya, pengalihan arus harus dilakukan dari persimpangan sebelum lokasi penutupan agar kendaraan tidak menumpuk di dekat jalur yang dilalui peserta.

“Jadi tidak tutup depan sehingga menumpuk nanti kendaraan. Contoh misalnya di Praban, otomatis akan kita alihkan. Nanti yang dari BG Junction kita alihkan ke utara,” jelasnya.

Kiri ke kanan: AKP Irwansyah Saputra KBO Satlahtas Polrestabes Surabaya, Herry Purwadi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, dan Heri Lentho Budayawan sekaligus Sutradara Parade Juang saat mengisi program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (30/10/2026). Foto: Billy suarasurabaya.net

Ia memastikan pengalihan lalu lintas tidak akan dilakukan serentak sejak pagi. Polisi masih akan mempertahankan akses kendaraan di sejumlah persimpangan selama kondisi memungkinkan, sebelum seluruh jalur disterilkan jelang pemberangkatan peserta.

Khusus Jalan Pahlawan, penutupan berpotensi dilakukan lebih awal sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, karena kawasan tersebut menjadi lokasi persiapan pemberangkatan ribuan peserta parade, termasuk kendaraan dan perlengkapan pertunjukan teatrikal.

“Yang di jalur start, khusus yang di Jalan Pahlawan, mungkin di situ akan ada penutupan awal karena di situ nanti akan ada peserta parade yang akan mempersiapkan di seputaran Tugu Pahlawan. Otomatis nanti itu akan ditutup lebih dulu,” jelasnya.

Irwan mengatakan, kepolisian akan melihat situasi di lapangan sebelum menentukan waktu penutupan. Apabila peserta sudah mulai berkumpul dan memerlukan ruang persiapan, pengalihan arus lalu lintas di jalur parade bisa mulai dilakukan sejak pukul 11.00 WIB.

“Intinya kita kalau memang bisa dilewatkan separuh jalan sambil menunggu nanti situasi dan kondisi. Kalau memang paradenya sudah siap di seputaran start, ya artinya kita tutup lebih awal,” terangnya.

Sementara untuk ruas jalan lainnya, sterilisasi diperkirakan berlangsung sekitar satu jam sebelum pemberangkatan parade, dengan pengaturan lalu lintas secara bertahap di setiap persimpangan.

Untuk mendukung pengalihan arus, kepolisian menyiapkan sekitar 40 hingga 50 personel Satlantas Polrestabes Surabaya yang akan ditempatkan di sepanjang rute parade.

Irwan mengatakan, jumlah itu khusus untuk petugas lalu lintas. Sementara pengamanan kegiatan juga akan melibatkan personel dari satuan kepolisian lainnya dan unsur Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Selain mengatur kendaraan, kepolisian juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat muncul di tengah kerumunan penonton, termasuk tindak kriminalitas yang memanfaatkan kepadatan pengunjung.

“Nanti ada juga yang pengamanan, antisipasi nanti ada orang yang mungkin jahil dari kerumunan-kerumunan yang memanfaatkan situasi itu. Nanti akan berkoordinasi dengan Satpol PP, mungkin dari Sabhara, ada lagi unsur tertutup dari Reskrim dan Intel. Itu pasti akan membaur nanti dengan masyarakat,” jelas Irwan.

Sementara itu, Herry Purwadi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya mengatakan, pemkot telah menyiapkan sejumlah kawasan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memarkir kendaraan saat menyaksikan Parade Surabaya Juang.

Lokasi yang disebutkan antara lain kawasan Tugu Pahlawan, Jalan Johar, Pasar Turi, Pusat Grosir Surabaya (PGS), Jalan Genteng, Siola, Taman Apsari, Jalan Ketabang Kali, hingga Balai Kota Surabaya.

“Kantong-kantong parkir itu juga banyak sekali. Kita dari mulai di Tugu Pahlawan, kemudian di Jalan Johar, kemudian di Pasar Turi atau di PGS yang sekitar situ, kemudian Jalan Genteng, Siola kemudian di Taman Apsari, kemudian di Jalan Ketabang Kali, kemudian di Balai Kota,” kata Herry.

Panitia juga menyiapkan titik air minum di sejumlah lokasi kegiatan untuk membantu kebutuhan peserta dan pengunjung selama mengikuti parade. Herry menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Pahlawan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari veteran, TNI, Polri, komunitas sejarah, pelajar, hingga organisasi kepemudaan.

Dia berharap masyarakat dapat memberikan kesempatan bagi penyelenggaraan acara yang bertujuan mengenalkan kembali sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya.

“Kami juga mohon pengertiannya kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk di tanggal 1 itu juga ikut berpartisipasi. Satu, ikut mendoakan kegiatannya berhasil. Kedua, juga memberikan kesempatan sedikit waktu kurang lebih sekitar dua jam setengah atau tiga jam itu untuk kita mengadakan rangkaian acara Parade Surabaya Juang,” tambahnya. (bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2026
34o
Kurs