“Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo terus memberikan bantuan langsung kepada WNI terdampak gempa Kumamoto. Dari pantauan di lokasi bencana, sejumlah WNI sudah kembali ke hunian masing-masing, namun ada pula yang masih tinggal di lokasi penampungan karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan dan masih terbatasnya akses air bersih. Kami mengimbau seluruh WNI untuk terus mengikuti informasi resmi, mematuhi arahan otoritas setempat, serta tetap berkomunikasi dengan sesama WNI maupun KBRI Tokyo apabila membutuhkan bantuan darurat,” ujar Dubes Kartini dalam keterangannya, Selasa (4/7/2026).
Ia menambahkan, meski sebagian WNI masih berada di pengungsian, beberapa di antaranya telah dapat kembali bekerja sehingga aktivitas sehari-hari mulai berangsur pulih.
Dubes Kartini juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas Indonesia di Jepang yang sejak awal bencana aktif membantu proses penanganan di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh simpul masyarakat Indonesia yang menjadi jembatan komunikasi sekaligus membantu penyaluran bantuan kepada para WNI terdampak. Solidaritas, kekompakan, dan semangat gotong royong yang ditunjukkan komunitas Indonesia di Kumamoto menjadi kekuatan besar dalam menghadapi situasi ini,” katanya.
Berdasarkan data KBRI Tokyo, jumlah WNI di Prefektur Kumamoto pada Desember 2025 mencapai 5.032 orang. Dari jumlah tersebut, 214 WNI tercatat terdampak langsung akibat gempa yang mengguncang wilayah tersebut pada 28 Juli 2026.

NOW ON AIR SSFM 100

