“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan pengukuran terhadap kondisi emisi kendaraan, tetapi juga mendorong pengguna jasa dan mitra transportasi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aspek lingkungan dalam kegiatan operasional,” kata Widyaswendra dalam keterangannya, Kamis.

Menurutnya, hasil pengujian juga dapat menjadi informasi awal bagi pemilik kendaraan untuk melakukan evaluasi dan perawatan apabila ditemukan parameter emisi yang belum memenuhi ketentuan.
Truk peti kemas, kata Widyaswendra, menjadi bagian penting dalam rantai logistik karena menghubungkan terminal dengan kawasan hinterland. Intensitas operasional yang tinggi membuat kondisi emisi kendaraan perlu mendapat perhatian.
“Dengan target 100 unit kendaraan yang diperiksa di dua terminal, kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan awareness para operator dan perusahaan angkutan terhadap kondisi teknis kendaraannya,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

