BACA JUGA: Kronologi Kebakaran Pabrik Sepatu di Dlanggu Mojokerto
Selain rangka atap, sebagian dinding bangunan juga roboh dan menimbun material di dalam gudang. Kondisi itu membuat bara masih bertahan di lapisan bawah tumpukan karet, karton, kertas, hingga bahan kimia.
Petugas juga sempat kesulitan masuk ke dalam bangunan pada malam hari, karena asap tebal dan risiko runtuhan. “Material yang terbakar itu tertutup sama dinding bangunan dan rangka atapnya. Jadi masih ada bara terus di material-material seperti karet, karton, thinner dan sebagainya,” ujarnya.
Rinaldi menyebut, tumpukan material di dalam gudang cukup tinggi, bahkan mencapai lima sampai 10 meter. Karena itu, material harus diurai agar air bisa menjangkau titik api di bagian bawah.
“Ini harus diurai karena kita basahin yang atas, yang bawah masih terbakar. Nanti yang bawah akan membakar yang atas lagi,” katanya.








