Senin, 21 September 2026

Pemerintah Siagakan Ribuan Nakes dan Kirim Logistik Medis untuk Tangani Dampak Karhutla

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Petugas gabungan melakukan pemadaman karhutla di Kecamatan Sungai Raya, Kalimantan Barat. Foto: Antara

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya mengantisipasi ancaman kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Merespons penurunan kualitas udara yang memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Kemenkes mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan, dan mendistribusikan ratusan ribu bantuan logistik medis.

Antara lain, berupa 1,9 juta lembar masker, serta 280 unit mesin oxygen concentrator dengan prioritas daerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Riau. Kemudian, Kemenkes juga mengirim 36 tabung oksigen untuk mendukung pasokan oksigen kritis.

“Langkah ini kami ambil untuk mendekatkan pertolongan medis langsung kepada masyarakat terdampak, sekaligus menopang serta memperkuat tenaga kesehatan di daerah yang telah bekerja keras sejak awal,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan data, sampai tanggal 16 September 2026, lebih dari 151 ribu kasus ISPA tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota.

Widyawati Juru Bicara Kementerian Kesehatan mengatakan, pihaknya menyiagakan penuh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak karhutla.

Total ada 1.691 Puskesmas, 360 Rumah Sakit Rujukan, serta 87 Labkesmas untuk penanganan medis cepat dan pengujian kualitas udara.

Lebih lanjut, Juru Bicara Kemenkes mengimbau masyarakat di daerah yang terdampak karhutla membatasi aktivitas di luar ruangan dan rutin memakai masker.

Kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan seperti asma dan jantung menjadi prioritas perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla.

Sekadar informasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sebagai provinsi prioritas penanganan karhutla.

Dalam proses penanganan karhutla, Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap dampak asap dan kualitas udara.

Merujuk data Kementerian Kehutanan, Minggu (20/9/2026), jumlah titik panas (hotspot) di Indonesia mencapai 20.802 titik.

Hotspot paling banyak ada di daerah Kalimantan Tengah (11.011 titik). Kemudian, Kalimantan Barat (3.384 titik), Sumatra Selatan (1.106 titik), Kalimantan Selatan (992 titik), Kalimantan Timur (943 titik), Nusa Tenggara Timur (333 titik), dan Maluku (326 titik). (rid/bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 21 September 2026
29o
Kurs