Senin, 20 April 2026

Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Hentikan Total Agresinya saat Gencatan Senjata

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Seorang pengungsi yang membawa gambar mendiang Sayyed Hassan Nasrallah pemimpin Hizbullah kembali ke pinggiran selatan Beirut, Lebanon pada 16 April 2025. Foto: Antara/ Xinhua

Naim Qassem Pemimpin Kelompok Hizbullah menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Israel harus disertai penghentian total agresi. Ia juga memperingatkan bahwa kelompoknya akan merespons setiap pelanggaran yang terjadi di Lebanon selatan.

“Tidak ada gencatan senjata dari satu pihak saja,” ungkap Naim Qassem dalam pernyataan, Sabtu (18/4/2026) yang dikutip Antara.

Ia menyebut para pejuang Hizbullah akan membalas serangan Israel yang melanggar kesepakatan dengan cara yang sesuai.

Dalam kesepakatan gencatan senjata, Qassem menekankan lima poin utama, yakni penghentian agresi secara permanen di seluruh Lebanon, penarikan penuh pasukan militer Israel, pembebasan tahanan, kembalinya warga yang mengungsi, serta rekonstruksi dengan dukungan negara-negara Arab dan komunitas internasional.

Qassem menegaskan Hizbullah belum kalah dan akan terus berjuang demi pembebasan serta kedaulatan Lebanon. Ia juga menyatakan Hizbullah terbuka untuk menjalin kerja sama dan memulai babak baru dengan Pemerintah Lebanon.

Menurutnya, kelompok tersebut siap bekerja sama dengan lembaga negara untuk memperkuat persatuan nasional dan menjaga kedaulatan.

Sebagai informasi, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berlangsung selama 10 hari sejak, Jumat (17/4/2026) lalu, yang diumumkan oleh Donald Trump Presiden Amerika Serikat.

Namun di lapangan, militer Israel dilaporkan masih melakukan aktivitas di dekat “garis kuning” (yellow line), yang menjadi batas utara dari zona keamanan di Lebanon selatan.

Sejumlah saksi mata juga menyebut pasukan Israel membangun pangkalan militer baru pada Sabtu (18/4/2026) di dekat Desa Kfarchouba, wilayah timur perbatasan Lebanon selatan.

Sumber keamanan Lebanon kepada kantor berita Xinhua mengatakan unit militer Israel melakukan pemindahan tanah di sebuah bukit di barat daya Kfarchouba.

Aktivitas tersebut meliputi perataan lahan, penggalian, serta pembangunan tanggul tanah, yang mengindikasikan pembangunan pos militer baru di kawasan tersebut.

Saksi mata menambahkan lokasi itu berada di bukit Rbaa al-Teben, sekitar 1,5 kilometer dari garis demarkasi Lebanon–Israel. (ant/vve/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
27o
Kurs