Senin, 20 April 2026

PSSI Rayakan Ulang Tahun ke-86 di Sidoarjo, Tegaskan Target 2030

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Syukuran dalam rangka HUT ke-86 PSSI berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. PSSI turut mengundang sejumlah mantan pesepak bola nasional, seperti Evan Dimas Darmono (tiga dari kiri) dan Hadi Ismanto (dua dari kanan). Foto: Shava suarasurabaya.net

PSSI merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-86 pada Minggu (19/4/2026). Momentum ini dipusatkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dengan menghadirkan sejumlah legenda sepak bola nasional.

Mantan pesepak bola nasional, seperti Freddy Muli, Subangkit, M. Zein Alhadad, Hadi Ismanto, Hartono, Arif Suyono, dan Anang Ma’ruf tampak hadir di lokasi. Selain itu Yusuf Ekodono, Gusnul Yakin, Maura Hally, hingga Evan Dimas Darmono juga berpartisipasi.

Perayaan HUT ke-86 PSSI juga dihadiri oleh dua Wakil Ketua Umum PSSI, yakni Zainuddin Amali dan Ratu Tisha. Yunus Nusi Sekjen PSSI dan Ahmad Riyadh anggota Komite Eksekutif (Exco) juga datang dalam acara tersebut.

“Kami ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk seluruh anggota PSSI. Pemain, wasit, pelatih, dan para pelaku di seluruh negeri yang terus berjuang dan tidak pernah lelah untuk membangun sepak bola Indonesia,” ujar Ratu Tisha.

Ia menegaskan bahwa PSSI sebagai organisasi tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan sepak bola nasional. Sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga pemangku kepentingan lainnya, dinilai menjadi kunci utama dalam mencapai target jangka panjang.

“PSSI sebagai organisasi adalah lokomotif penggerak sepak bola Indonesia. Akan tetapi, PSSI tidak bisa berdiri sendirian. Jadi pada momen ulang tahun kali ini kami juga mengajak semua pihak untuk bersinergi bersama-sama sesuai dengan tema tahun ini, yakni Membangun Sepak Bola Indonesia,” terang Tisha.

Lebih lanjut, Ratu Tisha menekankan bahwa PSSI tidak hanya sekadar memiliki visi, tetapi juga terus bekerja secara konkret untuk mewujudkannya. Program pembinaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari usia dini hingga level senior, dengan target besar menuju tahun 2030.

“Kami tidak hanya berharap, kami bekerja. Kami akan selalu bekerja untuk Indonesia, dari usia dini hingga senior. Dan kami tetap pada target di 2030,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya kompetensi dan tata kelola organisasi (football governance) sebagai fondasi utama dalam membangun sepak bola yang profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas, tanpa membedakan latar belakang gender.

“Saya tidak membedakan antara perempuan dan laki-laki. Semua harus bertarung dengan kompetensi. Yang terpenting adalah kedalaman pengetahuan terhadap bidang yang ditekuni,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan dan keputusan dalam organisasi harus berbasis pada data, fakta, serta analisis yang kuat agar menghasilkan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional.

“Jangan membuat keputusan tanpa didasari data, fakta, dan pengetahuan yang cukup. Kompetensi harus terus ditingkatkan, dan fondasi organisasi PSSI harus kita jaga,” tambahnya.

Menanggapi target menuju Piala Dunia 2030, Ratu Tisha menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak cukup hanya dengan mimpi, melainkan harus diiringi kerja nyata dan konsistensi.

“Harus bekerja, tidak boleh hanya bermimpi. Ini sudah saatnya bekerja,” tegasnya. (saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
27o
Kurs