Kamis, 5 November 2026

Pemkot Pacu Peningkatan Layanan Kesehatan Berkualitas di Surabaya

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Anna Fajriatin (tengah) Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekda Kota Surabaya bersama Jonathan Tahir (kiri) President Commissioner and Group CEO of Mayapada Healthcare dan dr. Bona Fernando Direktur Mayapada Surabaya saat berada di Surabaya, Selasa (3/11/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong penguatan fasilitas dan layanan kesehatan untuk mempertahankan posisi Surabaya sebagai pusat rujukan medis bagi masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur.

Anna Fajriatin Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya mengatakan, pengembangan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis berkualitas.

“Karena memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Surabaya. Kehadiran layanan medis yang semakin lengkap diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas,” katanya dalam pembangunan pembangunan Tower 2 Mayapada Hospital Surabaya, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, kehadiran fasilitas kesehatan baru bisa memperkuat kapasitas Surabaya sebagai tujuan rujukan pasien dari berbagai daerah.

“Ini sekaligus mendukung Surabaya sebagai kota tujuan rujukan layanan kesehatan bagi masyarakat Jatim dan Indonesia Timur,” tuturnya.

Navin Sonthalia Presiden Direktur dan CEO Mayapada Healthcare mengatakan, pengembangan fasilitas akan difokuskan pada tiga layanan, yakni kanker, cedera olahraga, dan ortopedi. Ketiganya disiapkan untuk menangani kebutuhan medis yang lebih kompleks.

“Untuk memperkuat 3 layanan unggulan menjadi semakin komprehensif, yaitu Oncology Center, SITPEC, dan Orthopedic Center,” ucapnya

Ia menjelaskan, Oncology Center akan dilengkapi dengan layanan kedokteran nuklir dan teranostik, didukung teknologi diagnostik canggih seperti Digital PET-CT Scan dan SPECT Scan, serta fasilitas Ruang Isolasi Radio Aktif (RIRA) untuk mendukung keamanan terapi radioaktif.

Selain itu, pengembangan layanan juga mencakup penanganan kasus kanker kompleks melalui transplantasi sumsum tulang.

Sementara itu, SITPEC dan Orthopedic Center akan menjadi ekosistem sports medicine dan ortopedi terintegrasi, dengan fasilitas untuk mendukung penanganan cedera, tindakan advanced berbantuan robot, rehabilitasi, hingga peningkatan performa fisik bagi atlet, sport enthusiast, dan masyarakat umum. (ris/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Kamis, 5 November 2026
28o
Kurs