“Sudah saya luruskan, sudah saya sampaikan dan saya tegur kepala sekolahnya. Sudah tidak pakai seperti itu, bagaimana caranya kita benar-benar bisa menjadi pelayan sekolahannya arek-arek Suroboyo,” ujar Febri.
Febri memastikan, setiap laporan, saran, dan kritik masyarakat akan diterima dan ditindaklanjuti. Ia juga meminta kepala sekolah lebih aktif memantau komunikasi antara wali kelas dan orang tua murid, termasuk melalui grup WhatsApp.
“Kalau ada orang tua murid mengadukan, menyarankan, mengkritik, jangan ditolak. Orang-orang itu mungkin karena ditolak akhirnya lari (laporan) ke atas, termasuk ke hotline-nya Pak Wali Kota,” tegas dia.
Selain itu, ia meminta seluruh kepala SD dan SMP negeri memastikan tidak ada pungutan yang tidak transparan, termasuk iuran untuk kebutuhan kegiatan sekolah maupun pembelian perlengkapan guru.
“Saya mau pastikan benar bahwa tidak ada yang namanya urunan-urunan atau pungutan yang sifatnya tidak clear,” jelas dia.
NOW ON AIR SSFM 100

