Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan perbaikan terhadap 5.000 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) di berbagai daerah pada 2027 untuk memastikan tempat tinggal layak bagi masyarakat penerima manfaat.
Adhy Karyono Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim menjelaskan sektor infrastruktur penunjang dan hunian yang layak kini menjadi perhatian pemerintah provinsi. Target perbaikan Rutilahu juga disebut meningkat dua kali lipat dari biasanya.
”Tahun depan (2027) kita akan ada lonjakan banyak untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni. Biasanya kita kerjakan sekitar 2.000 sampai 2.500 unit, namun pada 2027 targetnya di atas 5.000 unit,” ujar Adhy ditemui di DPRD Jatim, Selasa (14/7/2026).
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemprov Jatim tidak hanya mengandalkan sumber anggaran dari APBD. Namun juga memaksimalkan kolaborasi bersama pihak swasta melalui program CSR untuk mempercepat target capaian.
”Semua akan kita keroyok untuk urusan rumah ini. Ada tambahan dari sumber lain seperti Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan juga bantuan dari Baznas,” jelasnya.

NOW ON AIR SSFM 100

