Ia mengaku sudah menegur pimpinan proyek agar tidak lagi memalsukan banner atas nama pemkot demi mempercepaf lalu lintas pengiriman material.
“kita sudah peringati. Terus yang kedua juga mereka juga jangan sampai pakai pakai nama-nama kita, nama-nama DSDABM Pemkot Surabaya, ya. Terus yang ketiga dia harus tanggung jawab dengan pasien,” paparnya.
Ia memastikan, proyek pengerjaan pemkot mengangkut material menggunakan kendaraan pelat L warna merah.
“Kecuali saat kerja sama dengan swasta, tapi itu izin ke kami lokasinya di mana,” ungkapnya.
Diketahui, korban pengendara jatuh karena proyek pengerjaan gorong-gorong itu melapor ke hotline Wali Kota Surabaya. Hasil penelusuran DSDABM, korban terjatuh di proyek pengerjaan di persil RSUD Dr. Soetomo. (lta/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

