Minggu, 30 Agustus 2026

Penutupan Muktamar NU Ditunda Sampai Besok, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Para santri saat bersiap menyambut sejumlah tokoh dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Kamis (27/8/2026). Foto: Dok Risky suarasurabaya.net

Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang semula dijadwalkan Minggu (30/8/2026), ditunda hingga Senin (31/8/2026) pagi.

AKP Anjar Rahmad Putra Kasatlantas Polres Jombang mengatakan, kepolisian telah mendapat informasi dari panitia bahwa agenda penutupan digeser karena rangkaian Muktamar belum selesai. Selain itu, Prabowo Subianto Presiden juga dijadwalkan hadir langsung dalam penutupan besok pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.

“Yang sedia kala ini aturannya kita penutupan hari ini. Ternyata kami baru dapat info dari panitia bahwa penutupan ditunda besok hari (Senin) pagi, yang rencana akan ditutup langsung oleh Bapak Prabowo Subianto Presiden,” kata Anjar saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu siang.

Karena penutupan berlangsung di hari kerja, kepolisian pun menyiapkan rekayasa lalu lintas lebih awal. Sterilisasi kawasan sekitar lokasi muktamar akan dimulai pukul 05.00 WIB untuk menyambut kedatangan Presiden.

Kendaraan dari arah Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro dapat dialihkan melalui Simpang Empat Pasar Kabuh. Sementara kendaraan menuju Kediri, Nganjuk, maupun Surabaya bisa lewat Simpang Ploso.

Sementara kendaraan dari Kediri atau Nganjuk yang menuju Surabaya juga disarankan masuk Tol Bandar Kedungmulyo. Pengendara juga disarankan menghindari Simpang Sambong karena jalur tersebut akan digunakan sebagai rute rombongan Presiden, dari helipad menuju lokasi acara.

“Khususnya yang akan melewati Simpang Sambong, kami menyarankan untuk tidak melewati itu karena ketika nanti kedatangan Bapak Presiden itu adalah jalur kedatangan beliau yang akan digunakan untuk menuju lokasi acara dari lokasi helipad,” katanya.

Sementara Jalan KH Wahab Hasbullah yang menjadi akses utama menuju kawasan Tambakberas akan menjadi salah satu titik yang dijaga ketat. Warga lokal yang hendak keluar dari kawasan masih diperbolehkan. Tapi, kendaraan dari luar tidak diperkenankan masuk selama sterilisasi berlangsung.

“Khusus warga lokal, warga lokal yang dia akan keluar meninggalkan Jalan Wahab As-Sya’bi itu masih bisa terbuka. Tapi yang akan mau masuk ke dalam Wahab As-Sya’bi itu tidak bisa,” jelas AKP Anjar.

AKP Anjar mengatakan, selama beberapa hari pelaksanaan muktamar, masih ditemukan kendaraan besar yang mencoba masuk ke Jalan Wahab Hasbullah meski sudah ada pengalihan.

Kondisi itu cukup berpengaruh terhadap arus karena kawasan Tambakberas saat ini dipadati peserta muktamar yang banyak berjalan kaki di badan jalan.

“Tentunya potensi kemacetan yang telah kita analisa evaluasi, sebenarnya masih adanya nya para driver driver truk bus ataupun tronton yang masuk mencoba masih mencoba-coba ingin masuk menuju Jalan KH Wahab Hasbullah. Jadi akhirnya tidak suka tidak suka kita putarkan balik atau atau atau kita naikkan ke Tol Tembelang,” bebernya.

Karenanya, Polisi juga meminta kendaraan besar seperti truk, tronton, dan bus tidak memaksakan masuk ke kawasan ring satu muktamar. “Kami mohon kerjasamanya untuk kendaraan-kendaraan besar untuk memasuki jalur alternatif yang kita sediakan,” ujar Anjar.

Polisi juga memantau kondisi lalu lintas melalui command center dan CCTV. Jika terjadi kepadatan, pembatasan kendaraan menuju Tol Tembelang dapat dilakukan secara situasional.

Sedangkan untuk aktivitas kendaraan logistik di sekitar lokasi, polisi mengimbau pelaku usaha mengalihkannya ke malam hari, mulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga menjelang subuh.

Di sisi lain, kata Kasatlantas, kedatangan Prabowo dipastikan tidak mengganggu arus antarkota dari Surabaya menuju Jombang karena Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanan dari Bandara Juanda menggunakan helikopter menuju helipad di Jombang.

“Sesampainya di Juanda langsung naik helikopter dan turun di Jombang di lokasi helipad,” ujar Anjar.

Setelah agenda penutupan selesai, polisi memperkirakan normalisasi arus membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam jam karena masih ada pergerakan kepulangan peserta muktamar.

“Peserta Muktamirin pasti akan masih ada bubaran mungkin masih sekitar 5 sampai 6 jam ke depan setelah Bapak Presiden selesai, barulah setelah itu kita nyatakan aman baru kita buka,” katanya.

Polisi mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di kawasan Tambakberas untuk memilih jalur alternatif hingga Muktamar ke-35 NU selesai. (ris/bil/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Minggu, 30 Agustus 2026
31o
Kurs