Selasa, 13 Oktober 2026

Muktamar ke-35 NU Sepakati Larangan Rangkap Jabatan Politik untuk Rais Aam dan Ketum PBNU

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Prof. Asrorun Niam, Pimpinan Sidang Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU sekaligus Katib Syuriah PBNU saat menjawab pertanyaan awak media di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Sabtu (29/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Sidang Komisi Organisasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyepakati larangan rangkap jabatan politik bagi Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Prof. Asrorun Niam, Pimpinan Sidang Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU sekaligus Katib Syuriah PBNU mengatakan, kesepakatan itu diambil melalui musyawarah mufakat tanpa voting.

“Yang disepakati tanpa voting adalah jalan ketiga. Yaitu yang terlarang khusus itu adalah Rais Aam dan Ketua Umum,” katanya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Sabtu (29/8/2026).

Sidang Komisi Organisasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Sabtu (29/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Sebelumnya, terdapat dua opsi yang disiapkan dalam pembahasan terkait rangkap jabatan. Opsi pertama mempertahankan aturan yang telah ada, sedangkan opsi kedua menghilangkan kata “Menteri” dari daftar jabatan yang tidak boleh dirangkap.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
28o
Kurs