“Nah, itu semuanya kita ada izinnya dan yang menarik malah sebetulnya ini kenapa baru sekarang ini kok dibesar-besarkan, ya kan? Kita sudah di sana dari tahun 2021 itu buat persiapan ekskul,” ucapnya.
Alhadid Endar Putra menambahkan bahwa airsoft gun yang disimpan di lokasi tersebut sebenarnya sudah tidak dapat digunakan lagi. Ia juga menjelaskan bahwa Jenderal Suryo, pembina yayasan sekaligus pencetus program ekskul menembak dan memanah tersebut, telah meninggal dunia, sehingga rencana ekskul tersebut akhirnya tidak pernah berjalan.
“Jadi dulu itu mau dipakai ekskul tapi karena Jenderal Suryo-nya meninggal, ya akhirnya kita enggak jadi ekskul itu,” katanya.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dalam ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan Kepala Yayasan berinisial IWD tersebut, petugas menemukan 995 pucuk senjata beserta amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, serta sejumlah barang lain yang turut menjadi perhatian penyidik.
Polisi menerima laporan dari masyarakat terkait temuan tersebut pada 15 Juli 2026. Penyidik sebelumnya telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal, setelah mengetahui adanya temuan di lokasi. Pembuatan Laporan Polisi Model A ini juga menjadi dasar penanganan awal, sebelum proses penyelidikan bergulir lebih lanjut.(ant/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

