Senin, 5 Oktober 2026

Perdagangan Satwa Liar di Indonesia Terus Naik, Primata hingga Elang Paling Diburu

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Gibbon atau Owa adalah kera terkecil dan memiliki bentuk tubuh yang ramping dibandingkan dengan spesies kera besar. Foto: iStock

“Seperti primata, burung kicau atau elang, itu sangat tinggi sekali pada 2023, 2024, 2025 hingga 2026. Padahal baru pertengahan tahun 2026, tapi angkanya sudah signifikan,” ujarnya.

Iben menilai situasi perdagangan satwa liar di Indonesia saat ini sudah berada pada level darurat.

“Sangat-sangat, sudah masuk red garis merah sebenarnya. Tingginya nilai perdagangan bukan hanya di wilayah Jawa Timur, tetapi di beberapa wilayah di Indonesia juga sangat tinggi sekali,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu target utama perdagangan satwa liar karena memiliki kekayaan fauna yang eksotis dan bernilai ekonomi tinggi di pasar gelap. Bahkan, satwa yang sudah mati pun tetap memiliki nilai jual.

“Satwa Indonesia terkenal sangat eksotik. Satwa yang mati saja itu sangat laku untuk diperdagangkan. Selain itu, masyarakat, baik di dalam negeri maupun luar negeri, masih memiliki kebiasaan memelihara satwa liar. Hal itu yang akhirnya mendorong tingginya perburuan dan perdagangan,” jelasnya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 5 Oktober 2026
29o
Kurs