JSI mencatat primata seperti lutung dan gibbon menjadi jenis yang paling banyak diburu dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, burung elang dan berbagai jenis reptil juga terus menjadi incaran para pelaku perdagangan ilegal.
“Untuk saat ini, dari 2023 sampai 2026, saya melihat jenis primata seperti lutung atau gibbon sangat-sangat diminati. Belum lama ini juga ada penangkapan gibbon yang mau dibawa ke luar negeri. Yang kedua jenis burung atau elang, lalu urutan ketiga reptil seperti ular karena dianggap memiliki keunikan warna dan bentuk,” katanya.
Meski perdagangan lintas negara masih terjadi, Iben menilai permintaan dari pasar domestik tetap menjadi penyumbang terbesar.
“Pasarnya baik domestik maupun internasional. Yang paling besar saya melihat masih di domestik,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya tren perdagangan satwa liar, Polda Jawa Timur baru-baru ini mengungkap tiga kasus penyelundupan sumber daya alam hayati.

NOW ON AIR SSFM 100

