Dalam pengujian itu, DJKA menggunakan dua lokomotif CC300 milik Balai Perawatan Perkeretaapian buatan INKA yang total beratnya mencapai lebih dari 180 ton.
Beban itu untuk menguji kelendutan dan kekuatan struktur jembatan secara maksimal. Dari hasil pengujian, DJKA akan melihat apakah kelenturan jembatan masih sesuai dengan standar kekuatan yang dipersyaratkan.
Denny menjelaskan, jembatan BH 307 dan BH 312 telah dibangun ulang dengan struktur baru yang lebih besar dibandingkan jembatan lama peninggalan era Djawatan Kereta Api pada 1950-an.
“Kami di DJKA melalui BTP Kelas I Surabaya telah membangun ulang jembatan BH 307 dan 312 ini dengan struktur yang baru dan lebih besar dari sebelumnya peninggalan era Djawatan Kereta Api pada 1950-an. Harapannya, jembatan baru ini tentu meningkatkan kenyamanan penumpang sebagai pengguna jasa dan juga keamanan perjalanan KA,” tambahnya.
Sebelum uji fungsi, dua jembatan tersebut juga sudah melalui tahapan pengujian lain, termasuk rancang bangun dan uji fisik yang dilakukan tahun lalu.

NOW ON AIR SSFM 100

