Denny menyebut, uji fungsi ini menjadi tahapan pengujian berkala yang akan terus dimonitor secara rutin. Tujuannya untuk memastikan struktur jembatan tetap kuat sebelum diserahterimakan kepada operator, yakni PT KAI.
“Uji fungsi ini menjadi tahapan pengujian berkala yang akan terus kami monitor pelaksanaan selanjutnya secara rutin. Tujuannya tentu saja untuk memastikan struktur baru jembatan ini tetap kuat sebelum kita serahterimakan ke operator,” kata Denny.
Menurut Denny, pengujian jembatan di petak Arjasa-Kotok itu penting karena struktur baru dibangun dengan standar lebih besar dan berbeda dari sebelumnya. Pada jembatan BH 312, DJKA bahkan membangun struktur baja kurung.
“Kami di DJKA selalu memastikan bahwa uji fungsi ini menjadi hal yang sangat mendasar mengingat struktur jembatan ini dibangun sangat berbeda dari yang sebelumnya, dari yang sederhana kini dibangun lebih besar dengan standar yang sama dari jalur lainnya di Pulau Jawa. Pada BH 312 bahkan kami bangun dengan struktur baja kurung,” jelasnya.
Denny mengatakan, pengujian tersebut juga untuk memastikan struktur jembatan tetap prima hingga lebih dari 50 tahun mendatang. “Selain itu, pengujian ini juga menjadi kado dari kami di HUT ke-21 DJKA pada hari ini,” pungkas Denny. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

