Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur mendukung upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan mutu layanan rumah sakit melalui sistem akreditasi berbasis hasil klinis (clinical outcome). Namun, PERSI mengingatkan agar penilaian tidak hanya berfokus pada tingkat kesembuhan pasien karena perbedaan kondisi rumah sakit dan karakteristik pasien di setiap daerah.
Dokter Bangun Trapsila Purwaka, Sp.OG (K)-KFM., M.Kes Ketua PERSI Jawa Timur sepakat, tujuan Menteri Kesehatan untuk mendorong rumah sakit memberikan layanan berkualitas hingga pasien sembuh merupakan hal baik. Namun menurutnya, indikator keberhasilan layanan perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi hasil pengobatan.
“Di satu sisi itu bagus, Pak Menteri ingin rumah sakit memberikan layanan berkualitas sehingga pasien sembuh dan itu diukur. Di sisi lain, kondisi pasien dan kondisi rumah sakit di setiap daerah berbeda. Di Surabaya mungkin menikmati layanan kesehatan yang prima, tetapi di luar Surabaya masih ada rumah sakit yang fasilitasnya belum seperti yang diharapkan,” ujarnya mengudara di Program Wawasan Radio Suara Surabaya, Kamis (30/7/2026).
Menurut Bangun, yang seharusnya menjadi tolok ukur utama adalah rumah sakit telah memberikan pelayanan sesuai standar yang telah disepakati, bukan semata-mata hasil akhir kesembuhan pasien.
“Yang penting prosesnya yang kita kontrakkan, bukan sembuhnya. Bahwa pelayanan yang diberikan sesuai standar yang disepakati bersama. Itu pun berbeda-beda tergantung sarana prasarana dan SDM rumah sakit tersebut,” katanya.
NOW ON AIR SSFM 100

