Kamis, 30 Juli 2026

PERSI Jatim Dukung Peningkatan Mutu Rumah Sakit, Minta Akreditasi Tak Semata Diukur dari Angka Kesembuhan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Tim Yankes Bergerak Dinkes Jatim waktu memberikan layanan penanganan operasi kepada pasien di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Ia juga mengingatkan potensi dampak yang tidak diinginkan jika status akreditasi langsung diturunkan karena tingginya angka kegagalan tindakan medis atau rendahnya tingkat kesembuhan. Menurutnya, rumah sakit bisa jadi enggan menerima pasien dengan kondisi kritis atau terminal karena khawatir memengaruhi nilai akreditasinya.

“Pasien-pasien kritis atau terminal takutnya tidak ada yang mau menerima karena akan menurunkan akreditasinya. Padahal kalau rumah sakit tidak terakreditasi, tidak bisa bekerja sama dengan BPJS. Hal-hal seperti ini perlu dipertimbangkan secara detail,” ungkapnya.

Bangun menilai, arah kebijakan Kemenkes saat ini sangat menitikberatkan pada mutu pelayanan yang diidentikkan dengan tingkat kesembuhan pasien. Padahal, menurutnya, rumah sakit juga sedang menghadapi tekanan biaya operasional yang terus meningkat.

“Fokus Kemenkes sekarang mutu, yang kemudian sama dengan sembuh. Saya takutnya itu. Belanja farmasi dalam lima tahun inflasinya sekitar 17 persen, sementara pembayaran BPJS tetap. Rumah sakit sekarang dalam tekanan, lalu sekarang (dituntut) harus sembuh (pasiennya). Tentu kita semua senang pasien sembuh,” ujarnya.

Menurutnya, setiap tindakan medis, termasuk operasi, memiliki risiko sehingga evaluasi harus dilakukan secara proporsional.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Surabaya
Kamis, 30 Juli 2026
31o
Kurs