Sedangkan secara historis, pada periode puncak kemarau suhu Surabaya dapat berada di kisaran 36 hingga 37 derajat Celsius.
“Kalau di Surabaya itu sekitar 0,3 derajat Celsius per tahun. Namun ke depannya pasti akan ada update-update lagi terkait datanya, karena setiap tahun datanya kita update,” ujarnya.
Dia menambahkan, puncak kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Timur umumnya terjadi pada Agustus. Namun sebagian wilayah masih mengalami periode kemarau hingga September, sehingga masyarakat diminta tetap mewaspadai dampak panas ekstrem.
Oky menjelaskan, paparan panas berlebih dapat menyebabkan heat stress, kelelahan, hingga heat stroke. Ia mengingatkan, kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil perlu mendapat perhatian lebih.
Dengan kondisi itu, BMKG ke depan tidak hanya menyampaikan informasi mengenai angka suhu, tetapi juga mendorong penyampaian informasi mengenai dampak dan langkah yang perlu dilakukan masyarakat ketika suhu tinggi.

NOW ON AIR SSFM 100

