Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya menggembleng kader untuk menempuh gerakan yang lebih berdampak di era perubahan zaman lewat Pelatihan Kader Lanjut (PKL) 2026.
Matluk Ketua PC PMII Surabaya mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar mahasiswa memiliki bakal keilmuan yang adaptif dengan era baru, serta sesuai dengan kedisiplinan masing-masing.
“Tema kita angkat adalah untuk mendukung dan mensupport teman-teman kader yang kemudian mau bergerak di bidang rumpun keilmuannya masing-masing, atau sesuai fakultasnya masing-masing,” katanya kepada suarasurabaya.net pada Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pengembangan yang mampu melahirkan kader siap berkontribusi di berbagai sektor, tidak terbatas pada ranah politik.
“Sejatinya organisasi itu adalah laboratorium untuk menggodok kader agar bisa didistribusikan di berbagai sektor, mulai dari akademisi, praktisi, hingga bidang lain sesuai tujuan kader PMII,” ucapnya.
Dalam PKL yang mengusung tema “Transvaluasi PMII: Kaderisasi Berbasis Kompetensi Menuju Era Baru” itu, peserta dibekali sembilan materi, yakni pertama, analisis kebijakan publik dan strategi pendampingan masyarakat. Kedua, geoekonomi, geostrategi dan geopolitik. Ketiga, strategi pengembangan PMII. Keempat, gerakan perempuan dan pengarusutamaan gender dalam perspektif aswaja an nahdliyah.
Lebih lanjut, kelima, analisis media. Keenam, ilmu intelejen. Ketujuh, antropologi dan perubahan sosial masyarakat. Kedelapan, manhajul fikr li aswaja. Dan kesembilan, nilai dasar pergerakan.
“Kader yang ikut ada dari Surabaya dan luar Surabaya juga,” ujarnya.
Sementara itu, Eddy Prastyo pemateri analisis media yang merupakan Editor in Chief Suara Surabaya Media, menekankan pentingnya perubahan pola gerakan mahasiswa di tengah dinamika zaman. Menurutnya, mahasiswa tidak lagi cukup hanya mengandalkan aksi demonstrasi, tetapi harus mampu menawarkan solusi nyata.
“Dengan situasi disrupsi teknologi, perubahan demografi, dan problem yang rumit, kompleks, gerakan mahasiswa harus berubah. Bukan hanya turun ke jalan, tapi juga menyelesaikan masalah-masalah lokal di kota atau kabupaten masing-masing,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam membangun jejaring dan merumuskan solusi berbasis keilmuan.
“Bukan lagi eranya keras-kerasan teriak. Anak muda harus mulai bukan cuma keras di suara, tapi juga nyata di tindakan yang solutif,” tambahnya
Ia mendorong mahasiswa untuk mengambil peran dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan di daerah. Hal tersebut menurutnya, jadi langkah bijaksana dalam membangun pertumbuhan daerah.
Seperti diketahui, PKL PMII Surabaya tersebut diadakan selama lima hari berturut-turut di Surabaya dengan diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya dan luar Surabaya. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

