Data manifes yang sempat beredar di publik menyebut kapal mengangkut 232 orang. Sedangkan berdasarkan data Basarnas, sebanyak 238 orang berhasil dievakuasi dari kapal, terdiri atas 233 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.
Ketidaksesuaian data tersebut menjadi sorotan sesudah operasi pencarian resmi ditutup pada 4 Agustus 2026. Sebab masih ada laporan dari keluarga hingga rekan korban terkait lima orang lain yang belum diketahui keberadaannya.
Satu di antara korban tersebut diakui tercatat dalam manifes operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).
Selain perbedaan data manifes, Arman mengungkap penyidik menemukan indikasi saling melempar tanggung jawab di antara pihak-pihak yang terkait sejak penanganan awal insiden sampai proses hukum berjalan.
“Ada ke arah sana dalam kasus terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2, ini yang sedang kami garis bawahi,” ungkapnya.











