Muhammadiyah mencatat telah memberikan layanan kesehatan kepada ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Layanan tersebut diberikan melalui Posko Kesehatan Muhammadiyah yang disiapkan sejak sebelum pembukaan Muktamar hingga Minggu (30/8/2026).
Sugeng Santoso penanggung jawab posko kesehatan Muhammadiyah sekaligus bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang mengatakan, jumlah muktamirin yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan mencapai ratusan orang selama beberapa hari pelayanan.
“Dalam satu hari kalau ramai bisa 130 sampai 150 orang yang periksa ke sini,” kata Sugeng di Posko Kesehatan Muhammadiyah pada Minggu (30/8/2026).
Untuk mendukung layanan kesehatan tersebut, Muhammadiyah juga menyiagakan 10 rumah sakit dan 10 ambulans. Sebanyak empat rumah sakit berasal dari Jombang, sementara enam lainnya merupakan rumah sakit Muhammadiyah dari daerah sekitar Jombang.
Petugas kesehatan yang berjaga di posko kesehatan juga disiagakan dalam dua shift setiap hari.
“Mulai shift jam enam sampai jam sembilan itu alhamdulillah terus mengalir yang periksa,” ujarnya.
Selain layanan kesehatan, Muhammadiyah juga menyediakan makanan gratis bagi muktamirin dan muhibbin yang datang ke Muktamae ke-35 Jombang.
Awalnya, Posko Muhammadiyah menyiapkan 10.000 mangkok bakso. Namun, jumlah tersebut justru terlampaui. Sugeng mencatat, sebanyak 12.600 mangkok bakso telah dibagikan kepada warga NU yang mengikuti Muktamar.
“Yang kami siapkan 10.000 mangkok bakso. Ternyata setelah kami hitung, yang sudah kami distribusikan kepada warga NU yang bermuktamar itu ada 12.600 mangkok bakso,” ucapnya.
Sugeng mengatakan kehadiran Posko Muhammadiyah merupakan bentuk dukungan sekaligus sinergi antara Muhammadiyah dan NU di Jombang.
Menurutnya, hubungan kedua organisasi Islam tersebut selama ini telah terjalin baik. Bahkan, PDM Muhammadiyah Jombang dan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang kerap menggelar pertemuan untuk menjaga komunikasi dan sinergi.
“Kami di pimpinan tiap bulan mesti ada acara ngopi bareng antara Muhammadiyah dan NU. Kami yang di pimpinan harus memberi contoh kepada akar rumput,” ucapnya.
Ia berharap sinergi Muhammadiyah dan NU tersebut terus terjaga, termasuk dalam mendukung kegiatan-kegiatan besar di Jombang.
“Karena kondusivitas di Jombang harus terjaga, kami dari Muhammadiyah dan NU selalu bersinergi,” pungkasnya. (ris/saf/ham)











