“Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas,” jelasnya.
Dalam rapat itu, pemerintah juga membahas peluang hujan yang dapat membantu penanganan karhutla.
Berdasarkan prakiraan yang disampaikan, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi terutama di wilayah timur Kalimantan Barat pada 21-27 Agustus 2026.
Pemerintah juga menyiapkan kembali operasi modifikasi cuaca (OMC). Sebelumnya, OMC telah dilakukan pada 11-18 Agustus, tetapi dihentikan karena belum terdapat awan yang memadai untuk penyemaian.
Bulo mengatakan, OMC akan kembali dilaksanakan setelah BMKG memperkirakan adanya potensi awan pada 23-27 Agustus.
“Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awal akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” tuturnya. (saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

