Jumat, 4 September 2026

Prabowo Undang Perusahaan Rusia Garap 138 Blok Energi di Indonesia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden RI memberikan pidato saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: BPMI Setpres

Prabowo Subianto Presiden mengundang perusahaan-perusahaan Rusia untuk berinvestasi dan ikut mengembangkan 138 blok eksplorasi energi yang telah dibuka di Indonesia. Ajakan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

“Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra-mitra Rusia bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi energi, dan kami mengundang kelompok-kelompok Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia, beserta teknologi mereka untuk terlibat di 138 blok tersebut,” kata Prabowo seperti dikutip Antara.

Menurut Presiden, Indonesia juga sedang membahas sejumlah proyek bersama dengan kelompok usaha Rusia di sektor energi, termasuk pembangunan kilang dan terminal penyimpanan.

“Saya kira kami mempertimbangkan semua prospek. Kami berdiskusi mengenai kerja sama dengan kelompok-kelompok Rusia untuk mengembangkan proyek-proyek bersama, seperti kilang dan terminal penyimpanan di bidang energi,” ujarnya.

Prabowo mengatakan, Indonesia saat ini memiliki pasokan LNG yang cukup banyak sehingga pada beberapa sektor tidak secara langsung membutuhkan gas dari Rusia.

Meski begitu, peluang kerja sama tetap terbuka, terutama dalam pemanfaatan teknologi Rusia serta pengembangan proyek bersama. Selain sektor energi, kerja sama Indonesia-Rusia juga berkembang di bidang pupuk dan pengolahan pertambangan.

Prabowo menyebut perusahaan pupuk Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan salah satu kelompok usaha besar Rusia untuk berinvestasi bersama dalam proyek produksi pupuk berbasis gas di Timur Jauh Rusia.

“Jadi, proyek-proyek ini berjalan sangat baik dan sudah berkembang cukup jauh,” katanya.

Di sektor pengolahan pertambangan, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Rusal, perusahaan aluminium asal Rusia. Menurut Prabowo, Rusal berencana masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok usaha dalam negeri.

“Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok-kelompok Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menegaskan Indonesia masih membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan Rusia di berbagai sektor. “Jadi, kami masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dan Indonesia,” pungkasnya. (ant/bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Jumat, 4 September 2026
27o
Kurs