“Ini tanpa keraguan merupakan tragedi yang sangat besar,” terangnya, sambil menekankan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini berfokus pada pemberian bantuan kepada korban luka serta rekonstruksi wilayah yang hancur.
Menurut de la Espriella, status darurat ekonomi ini memungkinkan pembentukan dana khusus yang akan menampung serta menyalurkan bantuan nasional maupun internasional untuk memperbaiki rumah sakit, sekolah, pemukiman warga, akses jalan, dan bandara.
Di samping itu, pemerintah berencana menerapkan paket bantuan ekonomi sementara bagi para korban.
Langkah tersebut mencakup penanggungan tagihan listrik dan air bagi keluarga terdampak, subsidi sewa rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, insentif pajak dan keuangan, bantuan tunai langsung untuk keluarga rentan, serta mekanisme dukungan bagi pelaku usaha kecil dan pedagang lokal.
Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi.
Data resmi pemerintah mencatat jumlah korban tewas telah mencapai 265 orang, sementara 3.494 orang luka-luka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.(ant/kir/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

