Minggu, 19 Juli 2026

Presiden Lebanon Akan Temui Trump, Bahas Israel hingga Pemulihan Ekonomi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Joseph Aoun Presiden Lebanon. Foto: Anadolu

Joseph Aoun Presiden Lebanon dijadwalkan bertemu Donald Trump Presiden Amerika Serikat di Washington pada Selasa (21/7/2026) waktu setempat.

Pertemuan tersebut akan membahas implementasi perjanjian gencatan senjata Lebanon-Israel, hubungan bilateral, hingga upaya mempercepat pemulihan ekonomi Lebanon.

Kunjungan resmi Aoun ke Amerika Serikat dilakukan atas undangan Trump. Kantor Kepresidenan Lebanon mengumumkan Aoun telah meninggalkan Beirut menuju Washington pada Sabtu (18/7/2026).

Seorang pejabat senior Lebanon mengatakan pembicaraan kedua kepala negara akan berfokus pada tindak lanjut perundingan langsung antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat, termasuk pelaksanaan perjanjian kerangka yang ditandatangani kedua negara pada 26 Juni 2026.

Menurut pejabat tersebut, Amerika Serikat sebagai mediator memiliki posisi strategis untuk mendorong Israel menjalankan seluruh poin kesepakatan yang telah disepakati.

“Amerika Serikat sebagai mediator memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan kepada Israel guna mendorong pelaksanaan perjanjian sesuai kerangka yang telah disepakati,” ujar pejabat Lebanonpada Sabtu (18/7/2026).

Salah satu agenda penting yang turut dibahas adalah penguatan dukungan terhadap Angkatan Bersenjata Lebanon.

Dilansir dari Antara, dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat pengambilalihan tanggung jawab keamanan di wilayah yang menjadi bagian dari skema percontohan dalam perjanjian dengan Israel.

Selain isu keamanan, kedua pemimpin diperkirakan membahas langkah-langkah untuk mempercepat pemulihan ekonomi Lebanon yang masih menghadapi tekanan akibat krisis berkepanjangan.

Pertemuan itu juga akan menyinggung masa depan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), mengingat mandat pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut akan berakhir tahun ini. Sementara itu, proses penarikan bertahap pasukan UNIFIL dijadwalkan dimulai pada 2027.

Pejabat Lebanon menegaskan pemerintah menyambut kehadiran pasukan PBB yang dapat membantu mendukung penempatan Angkatan Bersenjata Lebanon di wilayah selatan sekaligus menjaga stabilitas kawasan.

Kunjungan Aoun ke Washington berlangsung setelah putaran keenam perundingan Lebanon-Israel yang dimediasi Amerika Serikat berakhir di Roma pada Rabu (15/7/2026).

Dalam perundingan tersebut, kedua negara melanjutkan pembahasan implementasi perjanjian kerangka yang ditandatangani pada 26 Juni 2026.

Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang masih diduduki melalui skema awal di dua zona percontohan yang identitasnya belum dipublikasikan.

Perjanjian tersebut tidak menetapkan batas waktu penarikan pasukan Israel. Proses penarikan akan disesuaikan dengan kesiapan Angkatan Bersenjata Lebanon mengambil alih tanggung jawab keamanan di wilayah yang ditinggalkan serta pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata, termasuk Hizbullah.

Di tengah proses diplomasi tersebut, situasi kemanusiaan di Lebanon masih menjadi perhatian. Berdasarkan data resmi pemerintah Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menyebabkan lebih dari 4.300 orang tewas dan sekitar 12.200 lainnya mengalami luka-luka. (ant/saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 19 Juli 2026
27o
Kurs