Pemerintah Kota Surabaya memastikan renovasi Kebun Binatang Surabaya akan melibatkan pihak ketiga, tidak sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, renovasi KBS akan fokus pada perubahan fasad pintu masuk.
“Yang connect (menyambung) dengan Patung Surabaya sama yang dari tunnel (jembatan bawah tanah). Jadi nanti ada perubahan di titik itu juga sepanjang dindingnya. Sehingga orang itu akan menarik untuk datang ke Kebun Binatang Surabaya,” bebernya dikutip Kamis (30/4/2026).
Selain perubahan fasad pintu masuk, rencananya akan ada spot melihat KBS dari tunnel atau terowongan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ).
“Tapi nanti yang pasti yang di sisi tunnel orang yang tidak masuk ke kebun binatang, tapi bisa melihat view yang ada di dalam, binatang, tapi di satu sisi tertentu. Tidak semuanya, tunggu saja ya,” bebernya.
Total anggaran yang dibutuhkan masih dalam penghitungan, tapi ia memastikan tak sepenuhnya mengandalkan APBD, tapi melibatkan pihak ketiga.
“Yang bisa mau CSR sehingga nanti kita berikan privilege apa, karena kan kita juga harus bisa mengembangkan inovasi-inovasi, privilege-privilege apa yang bisa saya berikan, tapi mereka yang membangun. Jadi kita itu juga kita lakukan di pemerintah kota. Kalau mengendalikan APBD oh sulit kita,” ungkapnya.
Targetnya, tampilan baru KBS itu sudah bisa selesai tahun ini. Ia berharap inovasi ini mampu meningkatkan jumlah wisatawan.
“Karena pergerakan KBS Kota Surabaya ini sangat luar biasa hari ini. Sehingga itu kita bisa harus bisa melakukan pengembangan-pengembangan dan menarik orang untuk selalu datang ke KBS dengan cara apa, ya dengan cara perbaruan-perbaruan yang dilakukan di KBS,” tutupnya.
Nurika Widyasanti Direktur Operasional Perumda KBS menambahkan, jumlah anggaran masih dihitung tim perencana.
“Belum dikeluarkan,” ungkapnya.
Tapi gambaran fasad yang akan dipakai nantinya, menyesuaikan tren bangunan modern saat ini agar kompetitif dengan lembaga konservasi daerah lain.
“(Penataan di dalam KBS) akan mengikuti,” tandasnya. (lta/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

