Guru Besar FEB itu mengatakan, kondisi ini memang semakin mungkin terjadi. Apalagi, ilmu pengetahuan saat ini tidak lagi hanya tersedia di perguruan tinggi.
Seseorang yang menyadari jurusan kuliahnya tidak sesuai dengan minat, masih bisa mempelajari bidang baru melalui berbagai sumber, mulai jurnal, media sosial hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Jadi mereka memanfaatkan keterampilan, keahlian yang sekarang bisa tersedia di mana-mana. Jadi jangan menyalahkan lagi bidang studinya hari ini, karena monopoli pengetahuan bukan lagi di kampus. Ini yang harus dibuka pikiran masyarakat hari ini,” ujarnya.
Prof. Rhenald juga menyoroti kemampuan perguruan tinggi dalam menyesuaikan pendidikan dengan perubahan kebutuhan industri. Menurutnya, perguruan tinggi kini merupakan sektor yang sangat diatur pemerintah.
Kondisi itu membuat pembukaan program baru maupun perubahan kurikulum tidak bisa dilakukan secepat perkembangan teknologi. Prof. Rhenald menyebut teknologi bergerak sangat cepat, sementara pembaruan materi pendidikan kerap bergantung pada inisiatif dosen yang memasukkan perkembangan terbaru ke dalam kelas.

NOW ON AIR SSFM 100

