Karena itu, kampus menurutnya seharusnya tidak sekadar menjauhkan mahasiswa dari AI, tetapi mengajarkan cara mengkurasi, memeriksa, memilih, dan menggunakan informasi secara benar.
Bayangkan kalau kita tidak cepat masuk dan mengajarkan mahasiswa cara mengkurasi pengetahuan gitu ya. Kan berarti mahasiswa hanya berjalan dengan dirinya sendiri dan apa pun yang mereka dapat dari AI dianggap benar. Padahal, AI bisa menipu manusia, AI bisa menyajikan sesuatu yang salah,” ungkapnya.
Terakhir, di tengah perubahan tersebut, Rhenald mengingatkan mahasiswa dan pencari kerja agar tidak menjadikan nama kampus maupun gelar akademik sebagai satu-satunya modal ketika masuk dunia kerja. Bahkan kepada mahasiswanya di UI, pesan tersebut sudah lama ia sampaikan.
“Saya sebagai guru besar di UI saja sejak dulu mengatakan pada mahasiswa saya, kalau mencari kerja jangan jual UI-nya, jangan jual degreenya, jangan jual S1 FEUI, jangan jual S2 MMUI, jangan gelar jangan jual gelar doktor kalian. Yang kalian jual itu adalah kaliannya itu, keahlian kalian, diri kalian itu,” pungkas Rhenald. (bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

