Jejak itu berlanjut melalui strategi logistik rakyat Jenderal Soedirman pada 1948, yang menempatkan desa sebagai basis pertahanan dan ketahanan nasional.
Pada 1952, Prof. Soemitro Djojohadikusumo begawan Ekonom menggagas pembentukan Dewan Perancang Negara sebagai institusi perencanaan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, data, dan profesionalisme.
Gagasan tersebut kemudian berkembang melalui pembentukan Dewan Perancang Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 80 Tahun 1958, yang menjadi embrio Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Arah pembangunan nasional selanjutnya diperkuat melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahun 1960, yang menempatkan koperasi, pembangunan pedesaan, dan ekonomi rakyat sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.
“KDKMP bukanlah gagasan yang lahir tanpa akar sejarah. Ia merupakan mata rantai panjang evolusi pemikiran ekonomi Indonesia,” ujar Rieke.

NOW ON AIR SSFM 100

