Prihati menjelaskan bahwa program ini juga menjadi bagian dari JKN 3T yang saat ini sedang menjadi fokus dari BPJS Kesehatan, dengan memperluas layanan hingga ke daerah terluar, terpencil, dan tertinggal.
“Untuk daerah-daerah tersebut apabila seperti kapal Ksatria Airlangga ini berlayar ke sana dan melakukan pelayanan kesehatan, bisa diklaimkan ke BPJS,” ungkapnya.

Sementara dr. Agus Harianto Diretur RSKKA menambahkan, dalam perjalanan pelayanan kesehatan menuju pulau terpencil itu, dia membawa serta 37 staf yang terdiri dari, tujuh spesialis, 12 dokter umum, dan tenaga kesehatan lainnya.
Selain itu, layanan yang dibawa ke pulau-pulau terpencil itu juga disesuaikan dengan kebutuhan di sana. Ada layanan spesialis bedah, penyakit dalam, anak, mata, gigi, hingga kandungan.

NOW ON AIR SSFM 100

