Sabtu, 12 September 2026

SAR Perluas Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Kapal Polisi Sisir Pulau Sekitar Krakatau

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Brigjen Pol. Iwan Saktiadi Wakapolda Banten memantau area Gunung Krakatau melalui teropong di KP Sanjaya di Perairan Selat Sunda, Banten, Sabtu (12/9/2026). Foto: Antara

Tim SAR Gabungan memperluas pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara. Kapal Polisi (KP) Sanjaya dikerahkan untuk menyisir perairan dan sejumlah pulau di sekitar kawasan Krakatau, termasuk Pulau Sertung.

Irjen Pol Hengki Kapolda Banten turut mengikuti langsung operasi pencarian menggunakan kapal patroli. Tim memantau area sekitar Krakatau Besar dan Krakatau Kecil, terutama wilayah yang berkaitan dengan titik terakhir terdeteksinya komunikasi dari rombongan yang hilang.

“Kita memantau langsung di area Krakatau besar, Krakatau kecil, dengan jarak tempuh sekitar kurang lebih delapan jam dengan operasi mobil patroli, di sekitaran tempat yang menjadi fokus pancaran handphone atau radio yang terakhir dari alat komunikasi rekan-rekan hilang kontak yang kita terima,” kata Hengki saat mengikuti pencarian di kawasan Gunung Krakatau, Sabtu (12/9/2026).

Dari Pelabuhan Ciwandan, tim menempuh perjalanan sekitar 81 mil menuju Pulau Sertung. Selain mengamati kondisi perairan, petugas juga mencari kemungkinan adanya benda atau puing kapal yang dapat menjadi petunjuk keberadaan rombongan.

“Kita ke Pulau Sertung dari Pelabuhan Ciwandan, total 81 mil perjalanan selama 8 jam. Kita memantau secara umum, melihat situasi yang ada di sekitar laut, mungkin ada benda-benda atau bekas puing-puing kapal dan lain-lain,” ujar Hengki.

Petugas juga melibatkan nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian. Mereka diminta membantu memberikan informasi apabila menemukan benda, kondisi, atau petunjuk lain yang berkaitan dengan rombongan yang hilang.

“Termasuk memantau rekan-rekan dari nelayan yang melaksanakan juga kegiatan sehari-harinya untuk bekerja sama menginformasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pencarian,” imbuhnya dilansir dari Antara.

Sementara itu, kondisi sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau masih dipengaruhi tutupan awan. Pemantauan terhadap kawasan tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat maupun wisatawan juga dilarang mendekati kawasan gunung api tersebut dalam radius 3 kilometer.

Dari jalur udara, Tim SAR Gabungan mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 untuk memperluas jangkauan pencarian. Helikopter tersebut menjalankan rute ATS–SAS Pantai Carita–ATS.

Helikopter lepas landas dari ATS pada pukul 08.20 WIB dan tiba di Pantai Carita pada pukul 09.05 WIB.

Al Amrad Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten mengatakan, dukungan udara diperlukan untuk menjangkau area pencarian yang luas sekaligus memberikan perspektif berbeda dalam menemukan petunjuk keberadaan korban.

“Dengan dukungan ini, kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi,” ujar Al Amrad di Pandeglang, Sabtu.

Menurutnya, seluruh unsur SAR Gabungan terus bergerak sesuai rencana operasi dengan tetap memperhitungkan kondisi cuaca dan keselamatan personel.

Helikopter HR-3604 membawa enam personel, yakni Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Tidak ada penumpang dalam penerbangan tersebut.

Saat tiba di Pantai Carita, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan angin sekitar 2 knot dari timur menuju barat. Jarak pandang tercatat kurang dari 8 kilometer.

Peristiwa hilangnya rombongan bermula ketika delapan orang berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Lima jurnalis tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari LKBN ANtara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.

Sementara tiga orang lainnya merupakan nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu yang berada di dalam speedboat. (ant/saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 12 September 2026
28o
Kurs