Minggu, 19 April 2026

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Dunia Terancam Naik

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz adalah jalur laut paling vital bagi energi global, di mana sekitar 20 persen konsumsi minyak mentah dunia melintas setiap hari. Foto: Reuters

Iran kembali menutup Selat Hormuz. Teheran menyatakan bahwa seluruh kapal komersial dilarang melintas, bahkan mengancam akan menargetkan kapal yang mencoba mendekati jalur pelayaran vital tersebut.

Langkah ini diambil menyusul laporan sejumlah insiden pada Sabtu (18/4/2026) yang melibatkan kapal-kapal di sekitar selat, termasuk kapal tanker yang diduga menjadi sasaran.

Dalam pernyataan resminya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa kebijakan itu sebagai respons atas blokade yang dilakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

“Tidak ada kapal yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman,” demikian pernyataan IRGC.

Mereka juga memperingatkan bahwa setiap upaya mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh. “Kapal yang melanggar akan menjadi sasaran,” tegas IRGC.

Dilansir dari BBC, penutupan ini terjadi hanya sehari setelah Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran sempat mengumumkan pembukaan sementara jalur pelayaran tersebut.

Namun, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memutuskan untuk kembali menutupnya selama blokade AS masih berlangsung.

Donald Trump Presiden AS menanggapi keras langkah Iran. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak bisa menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap Washington.

“Iran tidak dapat memeras Amerika Serikat dengan ancaman terhadap jalur air ini,” ujarnya.

Trump sebelumnya menyatakan blokade terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai antara kedua negara. Gencatan senjata sementara yang berlangsung selama dua minggu dijadwalkan berakhir pada 22 April.

Sejak blokade diberlakukan pada 13 April, pihak AS mengklaim telah menolak masuk sedikitnya 23 kapal menuju pelabuhan Iran. Teheran menilai tindakan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlaku.

Di tengah situasi yang memanas, upaya diplomatik masih berlangsung. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut proposal baru dari AS sedang dalam tahap peninjauan. Namun hingga kini belum ada respons resmi dari Teheran, setelah perundingan sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan.

“Kami sedang melakukan percakapan yang sangat baik. Semuanya berjalan dengan sangat baik,” kata Trump terkait perkembangan negosiasi terbaru.

Sementara itu, laporan dari UK Maritime Trade Operations menyebutkan, dua kapal perang Iran melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal tanker di kawasan selat.

Insiden lain juga dilaporkan terjadi di lepas pantai timur laut Oman, di mana sebuah kapal kontainer terkena proyektil tak dikenal yang merusak muatan.

Sejumlah kapal dagang juga mengaku menjadi sasaran tembakan saat mencoba melintasi selat, menurut laporan kantor berita Reuters.

Pemerintah India bahkan telah memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan protes atas insiden yang melibatkan kapal berbendera India.

Data pelacakan maritim menunjukkan beberapa kapal sempat melintas ketika Selat Hormuz dibuka sementara. Namun, sebagian lainnya terpaksa mengubah rute setelah akses kembali ditutup oleh IRGC. (saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 19 April 2026
28o
Kurs