Sepekan setelah insiden KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di Perairan Sumenep, Abdurrahman sopir yang menjadi korban dalam insiden itu, belum jua ditemukan.
Kepergian Abdurrahman, membuat perasaan Munideh istrinya tak menentu. Mulai dari khawatir, sedih, hingga paling puncak dia pasrah dan ikhlas jika suaminya memang ditakdirkan tidak kembali setelah insiden KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar.
“Saya sudah pasrah, tapi saya juga berharap ada kepastian status soal keberadaan suami saya,” katanya, Minggu (9/8/2026).
Munideh kembali mengunjungi kantor PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) untuk memperjuangkan hak dan masa depan anak mereka. Karena saat ini tidak ada lagi anggota keluarga yang bertugas untuk memberikan nafkah.
“Kami berharap ada bantuan biaya pendidikan serta santunan yang menjadi hak anak kami yang masih kecil. Karena sekarang sudah tidak ada suami,” ungkapnya.
Munideh sempat dihantui perasaan khawatir karena mengetahui kabar bahwa suaminya tidak terdaftar dalam manifest. Namun, perusahaan tempat Abdurrahman bekerja, memastikan kalau korban telah terdaftar dan memiliki tiket resmi.
Terkait data penumpang, pihak perusahaan kapal juga telah memastikan bahwa Abdurrahman tercatat sebagai penumpang di KMP Mutiara Sentosa 2.
“Jadi kami juga telah berdiskusi dengan pihak perusahaan kapal terkait data Abdurrahman, dan mereka telah menunjukkan data serta bukti dokumen yang mengonfirmasi keberadaan korban di dalam kapal saat kejadian,” tambah Tarjo, perwakilan perusahaan tempat Abdurrahman bekerja.
Dalam kesempatan itu, Munideh sekaligus menyampaikan terima kasih kepada PR ALP yang telah memfasilitasi penelusuran data ini secara terbuka.
Selain mendatangi pihak pelayaran, keluarga korban juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian, serta pengaduan ke Posko Pelabuhan Tanjung Perak telah dilakukan untuk memperjelas proses pencarian dan penanganan korban.
Dengan dipastikannya status Abdurrahman dalam manifest resmi, pihak keluarga kini berharap pihak perusahaan dan instansi terkait dapat segera memenuhi hak-hak korban beserta santunan bagi keluarga yang ditinggalkan. (kir/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

