Selasa, 3 November 2026

Serangan Udara AS-Israel ke Gas Field Iran Berimbas pada Kenaikan Harga Minyak

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Gas Field milik Iran yang berada di kawasan Teluk, South Pars, diserang AS-Israel, Rabu (18/3/2026) waktu setempat. Foto: BBC

Amerika Serikat (AS)-Israel kembali melakukan serangan udara ke Iran. Kali ini, mereka menyasar gas field milik Iran yang berada di kawasan Teluk, South Pars, Rabu (18/3/2026).

Akibatnya, harga minyak mengalami kenaikan menjadi lebih 110 dolar AS per barel.

Meski harga minyak dan gas melonjak, keduanya tetap berada di bawah harga tertinggi, yang sebelumnya sempat terjadi saat konflik tersebut pecah.

Melansir BBC, saat ini kebakaran imbas serangan udara itu telah ditangani oleh Kementerian Perminyakan Iran.

Selain Iran, gas field yang berada di South Pars itu juga dioperasikan oleh Qatar. Sehingga, serangan yang dilakukan AS-Israel juga berimbas pada pasokan energi untuk Qatar.

Majed Al Ansari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa serangan yang dilakukan AS-Israel ke infrastruktur energi, merupakan ancaman terhadap keamanan energi global.

Pada petang hari waktu setempat, QatarEnergy, perusahaan minyak Qatar melihat adanya kerusakan yang meluas imbas serangan itu.

Untuk diketahui, AS-Israel kembali melakukan serangan pada Iran yang berimbas pada Gas Field yang menjadi cadangan gas terbesar dunia. Bahkan, gas field tersebut disebut memasok sekitar 70 persen gas alam Iran.(kir/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Selasa, 3 November 2026
30o
Kurs