Dalam forum tadi, Cito juga menawarkan sejumlah opsi untuk menggandeng para sopir angkot dalam kerjasama sebagai driver angkutan existing Trans Jatim.
Selain membuka peluang menjadi pengemudi bus Trans Jatim, Dishub juga menawarkan pekerjaan lain seperti tenaga pencuci bus bagi masyarakat yang terdampak.
“Kami sudah tawarkan seperti itu. Yang di mana dulunya itu kejar setoran cuma Rp50.000 sehari, Rp100.000 sehari kalau ikut Trans Jatim itu gajinya tetap bisa Rp4 juta lebih itu per bulan. Ada penumpang, enggak ada penumpang gajinya tetap,” tuturnya.
Namun, menurut Cito, sebagian perwakilan sopir masih belum menerima opsi tersebut. Sehinggaz Dishub akan mencari formulasi terbaik supaya operasional Trans Jatim tetap bisa berjalan.
Selain itu, titik yang paling banyak dipersoalkan oleh para sopir berada di ruas Terminal Arjosari menuju Terminal Hamid Rusdi karena beririsan dengan trayek angkot yang sudah ada.
NOW ON AIR SSFM 100

