Senin, 31 Agustus 2026

Setelah Pilih AHWA, NU Didorong Hidupkan Qanun Asasi dan Perkuat Kewirausahaan

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat berada di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Jumat (28/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) secara resmi mengubah mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebagian besar muktamirin sepakat dengan jalan tersebut.

Keputusan tersebut, juga disusul dengan disepakatinya Pasal 7 Tata Tertib Pemilihan Ketua Umum dan Rais Aam, termasuk persyaratan iddah politik satu tahun dari partai politik, sehingga sejumlah calon praktis tidak memenuhi syarat.

Di NU abad kedua ini, KH Fahmi Amrullah Hadzik Ketua PCNU Kabupaten Jombang menilai bahwa KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin merupakan sosok yang idel memimpin PBNU.

“Gus Kikin ini zuriah muassis, cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Darahnya sudah tidak diragukan lagi. Beliau juga pengusaha, sudah mentas dengan dirinya, InsyaAllah enggak golek urip nang NU, bisa nguripi,” katanya, Minggu (30/8/2026).

Selama menjadi ketua PWNU Jatim, ia mengatakan bahwa Gus Kikin juga memimpin organisasi dengan teduh dan adem.

“Juga pernah menjadi salah satu ketua di PBNU, wakil ketua di PWNU, dan tidak pernah punya masalah dengan organisasi. PWNU Jatim resmi mengusung beliau dengan amanah 45 PCNU se-Jatim, maka PCNU Jombang sami’na wa atho’na, kami sepakat mengusung beliau,” ucapnya.

KH Abdul Matin Djawahir, Wakil Rais PWNU Jatim menilai bahwa Gus Kikin juga sosok yang teduh selama memimpin PWNU Jatim.

“Merupakan sosok yang tidak gaduh dan mementingkan ukhuwah,” ucapnya.

Ia juga menyatakan bahwa pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu memiliki fokus pada aspek kewirausahaan.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan gagasan ekonomi Gus Kikin yang menawarkan konsolidasi ekonomi warga NU, dari kekuatan pasar nahdliyin hingga ekonomi digital, dengan semangat UMKM bukan sekadar usaha, tetapi perjuangan hidup warga.

Hal tersebut, lanjut dia, menjadi kesempatan NU untuk melakukan inventarisasi dan optimalisasi aset serta digitalisasi organisasi, sebagaimana semangat Qanun Asasi yang dihidupkan kembali.

“Selama ini juga konsisten menegaskan bahwa ini amanah, bukan niat pribadi. Bila memang ditugaskan, insyaallah siap,” dan baru-baru ini menyampaikan, selalu optimistis, seraya menyerukan NU tetap rukun,” pungkasnya. (ris/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 31 Agustus 2026
27o
Kurs