Rahman juga mengatakan sebanyak 69,9 persen responden setuju dengan program MBG serta 58,2 persen menilai program MBG sudah sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara sekitar 63 persen responden mengakui dampak langsung MBG bagi keluarga dan sebanyak 63,4 persen meyakini dampak tersebut bagi perbaikan gizi.
“Itu artinya sebagian besar masyarakat menilai program MBG sesuai dengan kebutuhan publik dan berdampak baik pada kesehatan serta peningkatan gizi. Tentu saja itu bermakna masyarakat memahami tujuan MBG,” tutur dia.
Ia menyampaikan penilaian positif responden juga hadir dari sisi penerima dan jangkauan MBG. Merujuk hasil survei, sebanyak 73,8 persen peserta didik sudah menerima program MBG, sedangkan sekitar 33,4 persen anak balita dan 25,5 persen ibu hamil tercatat sudah menikmati program MBG.
Dari sisi penilaian menu MBG, lanjut dia, sebanyak 54,6 persen warga menilai menu MBG lebih bergizi dari makanan di rumah. Lebih dari 50 persen responden juga menganggap kualitas menu MBG jauh lebih baik dari makanan di rumah.
NOW ON AIR SSFM 100

