Meski demikian, Hanta menyebut gagasan program MBG mulanya mendapat respon positif dari masyarakat. Namun seiring implementasinya yang dianggap banyak menimbulkan persoalan, akhirnya mendapat persepsi negatif dari publik.
“Lagi-lagi MBG ini bisa dikatakan rapor merah peringatan penting bagi pemerintah untuk diperbaiki dari sisi penyelenggaraan, meskipun program awalnya diapresiasi positif tetapi karena eksekusi dalam persepsi publik menjadi negatif,” ungkapnya.
Selain itu, Poltracking juga mengungkap sebanyak 44,6 persen masyarakat menginginkan supaya program MBG dihentikan saja, sedangkan 42,1 persen ingin diteruskan, serta 13,3 persen tidak menjawab.
“Survei ini juga menanyakan apakah program ini perlu dilanjutkan, ternyata sudah cross yang publik menginginkan tidak perlu dilanjutkan ada 44,6 persen dan yang ingin diteruskan 42,1 persen, serta 13,3 persen tidak tahu/tidak jawab,” ungkapnya.
Hanta membeber, terdapat tiga faktor utama mengapa publik tidak ingin program MBG dilanjutkan. Faktor pertama karena kualitas rasa dan gizi makanan tidak sesuai dengan skor 19,6 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

