Tentara Filipina mengklaim telah mengeksekusi 19 warganya yang diduga tegabung dalam kelompok bersenjata anti-pemerintah pada bentrokan di Filipina Tengah.
Melansir Anadolu, kabar ini dilaporkan pertama kali disampaikan oleh kantor berita militer Filipina, Kalinaw News, pada Senin (20/4/2026).
Dalam laporan itu, dinyatakan bahwa belasan anggota Tentara Rakyat Baru (NPA) meninggal dalam bentrokan dengan pasukan pemerintah pada Minggu (19/4/2026) pagi di kota Toboso, Provinsi Negros Occidental.
Bentrokan itu merupakan bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, dan ratusan warga dilaporkan mengungsi akibat pertempuran tersebut.
Meski demikian, pihak berwenang belum mengonfirmasi identitas para korban yang meninggal dunia.
Untuk diketahui, Tentara Rakyat Baru (New People’s Army/NPA) merupakan sayap bersenjata dari Partai Komunis Filipina (PKP) yang didirikan pada 29 Maret 1969. Kelompok ini melancarkan perang gerilya Maois untuk menggulingkan pemerintah Filipina dan mengusir pengaruh Amerika Serikat. (ily/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
