Senin, 31 Agustus 2026

Trump Akan Pakai Minyak Venezuela untuk Isi Cadangan Darurat AS

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS). Foto: Anadolu

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan akan menggunakan minyak dari Venezuela untuk mengisi kembali Strategic Petroleum Reserve (SPR), cadangan minyak darurat milik pemerintah AS.

Cadangan ini disimpan di fasilitas bawah tanah berupa gua-gua garam di Texas dan Louisiana. Fungsinya sebagai stok darurat, kalau AS menghadapi gangguan pasokan minyak atau kondisi krisis.

“Salah satu hal yang akan saya lakukan dengan minyak Venezuela adalah mengisi kembali Cadangan Strategis Nasional, yang karena Sleepy Joe Biden sudah hampir dikosongkan,” tulis Trump lewat akun Truth Social miliknya, Minggu (31/8/2026).

Ia menyebut kesepakatan yang dicapai Washington dan Caracas pada, Jumat (28/8/2026) itu, sebagai “hadiah dari Venezuela untuk rakyat Amerika Serikat”. Trump juga mengatakan proses menambah stok minyak hingga mendekati kapasitas penuh, akan segera dimulai.

Saat ini, jumlah minyak di SPR tercatat sekitar 289,7 juta barel per 21 Agustus. Angka itu masih jauh di bawah kapasitas maksimalnya yang mencapai 714 juta barel.

Cadangan minyak AS sempat berkurang cukup besar pada 2022. Saat itu, pemerintahan sebelumnya melepas sekitar satu juta barel minyak per hari selama enam bulan untuk membantu menekan kenaikan harga energi. Sementara hingga akhir 2023, sekitar 45 persen dari stok cadangan tersebut telah dilepas.

Tapi, meski Trump sudah mengumumkan rencananya, Departemen Energi AS belum mengeluarkan petunjuk teknis mengenai bagaimana minyak Venezuela nantinya akan dipindahkan ke fasilitas cadangan strategis.

Kesepakatan dengan Venezuela

Rencana itu muncul setelah Washington mencapai kesepakatan dengan Venezuela pada Jumat. Dalam kesepakatan tersebut, AS disebut mendapatkan kendali mayoritas atas sekitar 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela.

Delcy Rodriguez Presiden Interim Venezuela mengatakan kesepakatan itu akan berlaku selama 25 tahun. Menurut Rodriguez, kerja sama itu mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis.

Venezuela memperkirakan proyek tersebut dapat menarik lebih dari 100 miliar dolar AS investasi swasta, dan menghasilkan lebih dari 209 miliar dolar AS penerimaan pajak bagi negara tersebut.

Langkah Washington kembali melirik minyak Venezuela juga terjadi ketika jalur energi global sedang menghadapi tekanan. Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur pengiriman minyak terpenting di dunia, terdampak perang dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari dan hingga kini disebut belum menemukan penyelesaian.

Kondisi itu membuat pasokan minyak dari Venezuela semakin strategis bagi AS, tidak hanya untuk kebutuhan pasar, tetapi juga untuk memperkuat kembali cadangan minyak daruratnya. (bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 31 Agustus 2026
31o
Kurs