Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) memutuskan menghentikan sementara serangan udara terhadap Iran di kawasan Selat Hormuz setelah mendapat rekomendasi dari komandan tertinggi militer AS di Timur Tengah yang menilai operasi tersebut telah mencapai batas efektivitasnya.
Laporan Axios pada Minggu (26/7/2026) menyebutkan, Laksamana Brad Cooper Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), menyampaikan kepada pimpinan Pentagon, Kepala Staf Gabungan, serta Gedung Putih bahwa hampir seluruh sasaran utama dalam kampanye militer selama dua pekan terakhir telah berhasil dihantam.
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Cooper menilai serangan udara yang berkelanjutan telah secara signifikan melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.
Penilaian itu menjadi salah satu pertimbangan utama Trump saat memutuskan pada Jumat untuk menghentikan sementara serangan terhadap posisi militer Iran di sepanjang pesisir selatan negara tersebut dan kawasan sekitar Selat Hormuz.
Keputusan tersebut mengakhiri rangkaian operasi militer yang berlangsung hampir dua pekan tanpa henti.

NOW ON AIR SSFM 100

