Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan AS melindungi pasukan maupun sekutu di kawasan apabila konflik meningkat.
Juru bicara Ketua Kepala Staf Gabungan menolak mengomentari isi nasihat militer yang bersifat rahasia kepada presiden.
Sementara aktivitas militer melambat, jalur diplomasi tetap berjalan. Iran dan Oman dilaporkan masih melakukan pembicaraan untuk membuka kembali Selat Hormuz melalui mekanisme yang menjamin kapal-kapal komersial dapat melintas dengan aman tanpa ancaman serangan.
Hingga kini belum dapat dipastikan apakah hasil negosiasi antara Teheran dan Muscat akan diterima oleh pemerintahan Trump. Apabila pembicaraan gagal atau Washington menolak kesepakatan yang diajukan, operasi militer berpotensi kembali dilanjutkan.
Untuk sementara, situasi di lapangan digambarkan para pejabat sebagai skema “quiet for quiet”, yakni kedua pihak sama-sama menahan diri dari serangan baru sembari memberikan ruang bagi proses diplomasi.
Di saat yang sama, Amerika Serikat dan Inggris juga terus membahas rencana penyelenggaraan konferensi internasional pekan ini untuk membentuk koalisi multinasional yang bertugas mengamankan jalur pelayaran komersial serta membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz. Hingga kini, jadwal pertemuan tersebut belum diumumkan secara resmi. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

