Rencana kebijakan tersebut diperkirakan berdampak signifikan terhadap kampus-kampus di AS yang selama ini mengandalkan mahasiswa asing sebagai salah satu sumber pemasukan.
Dampaknya juga bisa dirasakan perusahaan-perusahaan di Silicon Valley dan Wall Street yang banyak merekrut lulusan asing, terutama untuk posisi terkait teknologi.
Sebelumnya pada awal bulan ini, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan otoritas setempat akan menerapkan pembatasan masa berlaku visa untuk jurnalis asing, mahasiswa, dan peserta program pertukaran.
Sementara pada bulan lalu, The Washington Post melaporkan sejumlah kampus di AS mulai menghadapi tekanan keuangan akibat menurunnya jumlah mahasiswa internasional. Penurunan itu disebut terjadi seiring semakin ketatnya kebijakan imigrasi di bawah pemerintahan Trump.(bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

