Prabowo mengatakan, pemerintah menargetkan kembali menutup sedikitnya 700 BUMN hingga 31 Desember 2026. Dengan langkah tersebut, jumlah BUMN nantinya diproyeksikan tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan.
Menurut Prabowo, restrukturisasi tersebut ditujukan untuk mengurangi biaya pengelolaan sekaligus memastikan sumber daya negara dapat dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
“Dan pemerintah yang saya pimpin, Desember 31, 2026 kami akan menutup lagi, paling sedikit 700 lagi yang kami akan tutup. Jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN. Tinggal 200, 250,” ujarnya.
Prabowo memperkirakan efisiensi tersebut dapat menghemat sekitar Rp100 triliun. Penghematan berasal antara lain dari biaya overhead, pengeluaran rutin, serta gaji direksi dan komisaris.
Ia juga menyebut total efisiensi pemerintah di berbagai bidang telah mendekati Rp300 triliun setiap tahun.

NOW ON AIR SSFM 100

