“Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat. Ini yang kita pakai,” kata Prabowo.
Selain efisiensi, Prabowo menekankan pentingnya menjaga kemandirian pembiayaan pembangunan.
Pemerintah, kata Prabowo, tetap membuka peluang investasi asing dan domestik, tetapi berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis utang.
“Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh, kalau kita pinjem uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin,” katanya.
Prabowo juga mengungkap pemerintah sempat menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang disampaikan ketika Menteri Keuangan berada di Washington DC.
“Saya kira kemarin, beberapa bulan yang lalu, kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin pinjeman dari IMF, kita tolak. Terima kasih Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF,” pungkas Prabowo. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

