Melalui forum Youth City Changers (YCC), para perwakilan anak muda diberi ruang untuk menyampaikan harapan maupun keresahan yang mereka rasakan. Masukan tersebut, kata Eri, akan diakomodasi sebagai bagian dari pembangunan di setiap daerah.
“Karena itu ada utusan anak muda, mereka menyampaikan keinginan, mereka menyampaikan kegalauan. Maka kami mengakomodir itu untuk menjadi bagian pembangunan kami di masing-masing kota kami,” ujarnya.
Selain membahas dukungan terhadap PSN, Rakernas XVIII APEKSI juga menjadi ajang berbagi praktik terbaik antarpemerintah kota, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).
“Ketika teman-teman Pekanbaru belajar mengambil ilmu dari kota lain yang sudah berjalan, PAD-nya Kota Pekanbaru, dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun, naik Rp400 miliar,” ujarnya.
Di akhir Rakernas, APEKSI juga menyusun sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden maupun kementerian terkait. Salah satu rekomendasi utama menyangkut percepatan pembangunan infrastruktur penghubung antardaerah, seperti Trans Sumatra dan Trans Kalimantan.

NOW ON AIR SSFM 100

